07 Januari 2010

Sejarah Gedung KBRI Di Washington DC

Gedung KBRI Washington DC yang terlihat megah dan kokoh dibangun pada abad ke 19. Begitu menonjol dibandingkan gedung-gedung disekitarnya.
Didalam gedung yang terlihat antik dan sudut-sudut bangunan yang sangat bersejarah nampak terlihat dari detail-detail bangunannya.  Ukiran-ukiran kayu yang rumit dan halus, serta lukisan malaikat-malaikat kecil serta bidadari-bidadari cantik yang berada di atap langit bangunan seakan menambah kesempurnaan gedung itu.
Bercerita tentang gedung KBRI Washington DC yang penuh dengan sejarah dan misteri pasti diantara teman-teman yang lain pernah mendengarnya. Bahkan didalam buku sejarah tentang keberadaan Mahluk halus yang berada di Amerika salah satunya  berada di gedung KBRI ini.
Sedikit yang aku pernah ketahui tentang sejarah gedung ini yaitu awalnya gedung ini ditempati oleh Seorang bangsawan kaya yang bernama McLean tinggal bersama Istri dan anaknya yang bernama Evalyn. Mereka mempunyai kalung Berlian yang berwarna biru. Terkenal dengan sebutan The Hope Diamon.
Evalyn yang menempati kamar di lantai dua dan orang tuanya di lantai tiga. Ada yang mengatakan Keluarga McLean ini dibantai oleh para perampok yang ingin memiliki kalung Berlian biru itu.
Sekarang kalung Berlian Biru itu berada di Musium Smitsonian yang berada di Washington DC.
Mungkin itu sedikit kilasan cerita tentang sejarah gedung KBRI. yang konon arwah mereka masih selalu gentayangan.
Namun disini saya mau cerita tentang kedatangan keluarga kami di tahun 1990 yang pernah mengalami hal-hal yang ganjil seputar gedung KBRI ini.
Waktu itu Kami masih tinggal di Hotel mungkin kira-kira  baru 3 hari kami di DC. Waktu itu jam 10 malam teman saya dipanggil oleh atasan bidang Politik untuk mengambil pekerjaan yang harus segera dikirim ke Jakarta. Kantor suamiku terletak di gedung baru dan menyambung dengan gedung lama. Dan Bidang Politik berada di gedung lama di lantai dua.
Waktu itu Bpk Bid Politik mengintruksikan untuk segera mengambil pekerjaan penting itu. Karna dia tau Teman saya masih baru  dia bilangnya Pokoknya…  ruangannya menyala lampunya… ahirnya Teman saya menuju ke ruang gedung lama itu, dari bawah terlihat ada kamar yang menyala di lantai tiga… tapi pas dilihat kok sepiiii… Cuma ada meja-meja panjang dan kursi-kursi (Ruangan Dharma Wanita)
Ahirnya Temanku memutuskan untuk kembali lagi ke ruangan kerjanya. Tak lama Bpk Bid Politik itu menelpon kembali… Pak.. saya tunggu di ruangan saya kok gak datang? Ahirnya Teman saya cerita ke Bpk itu. Kalo dia sudah 2 kali bolak balik kesana tapi yang menyala itu hanya di lantai tiga dan tidak ada siapa-siapa. Ahirnya si Bpk itu mengerti dan dia menunggu Teman saya di luar. Ahirnya si Bpk Politik itu cerita juga mengenai gedung itu dan Dari situ Teman saya ahirnya tau tentang sejarah gedung itu.
Pernah waktu itu saya sedang piket di ruang Dharma Wanita di lantai tiga. Saya telp teman saya yang lagi di lantai dua, kita ngobrol-ngobrol di telpon. waktu itu ada yang bilang sebentar ya…. Ahirnya saya diem… karna saya merasa teman saya itu bilang begitu. Lamaaa saya nunggu eh ahirnya si temen saya mendehem.. hm.. kaya batuk kecil.  Trus saya tanya abis dari mana?? Temen saya malah heran, Eh gak taunya temen saya juga bilang bukannya tadi Kamu yang bilang sebentar  ternyata kita ada yang ngerjain. Hihihihi… serem ahirnya telponnya di tutup.
Dilantai tiga ada kamar kecil suka dipake sholat, waktu itu saya dan temen masuk ke kamar itu mau sholat, waduh jelas banget deh… kayak ada orang lewat yang bikin bulu kuduk merinding, mungkin setan itu meniup kuduk saya dan temen saya itu, karna dia merasa terganggu dengan kedatangan kami.
Mungkin banyak lagi cerita-cerita yang lainnya, seperti anak teman saya yang suka ikut sama bapaknya kerja malem-malem, si anak itu suka anteng kalo diajak bapaknya, bahkan dia terlihat ngobrol tapi teman yang diajak ngobrolnya gak keliatan oleh kita… hanya si anak kecil itu yang melihat.
Dan konon katanya di lantai tiga itu selalu menyala dan seperti ada orang yang sedang jalan hilir mudik. Setiap saya bikin foto di gedung itu, pasti hasilnya gelap, apalagi di tengah-tengah kan ada tangga dan patung bidadari, tidak pernah terlihat sempurna hasilnya. 




 
Itu saja sedikit pengalaman tentang gedung KBRI Washington DC. Dan sekarang gedung itu termasuk salah satu Musium yang bersejarah dan setiap hari saptu banyak turis-turis yang datang.

2 komentar: